TOP VIDEO: Sejak Jabat Presiden, Jokowi Ternyata Telah 7 Kali Naikkan Harga BBM, Tahun 2022 Sudah 3 Kali Kenaikan!

Minggu, 04 September 2022 | 09:49

GRIDVIDEO.ID - Pada hari Sabtu, (3/9/2022) Pemerintah telah secara resmi mengumumkan terkait kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) terbaru.

Melalui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Arifin Tasrif, mengumumkan kenaikan harga 3 jenis BBM yakni Pertalite, Solar, dan Pertamax.

"Pertalite dari Rp7.650 per liter menjadi Rp10.000 per liter," kata Arifin Tasrif dalam kanal Youtube Sekretariat Presiden, Sabtu (3/9/2022), dilansir Tribunnews sebelumnya.

Selain itu, BBM jenis solar subsidi naik dari harga Rp 5.150 menjadi Rp 6.800 per liter.

Baca Juga: Demo Besar-besaran Sambut Kenaikan BBM, Ledakan PHK Mengancam

Untuk pertamax nonsubsidi, dari harga semula Rp 12.500 menjadi Rp 14.000 per liter.

Namun siapa sangka, di bawah kepeimpinan Joko Widodo (Jokowi) sebagai Presiden RI, kenaikan harga BBM telah terjadi beberapa kali.

Melansir dari Tribunnews.com, setidaknya selama menjabat 2 periode dari tahun 2014 silam, Presiden Jokowi telah menaikkan harga BBM sebanyak tujuh kali.

Seperti yang diketahui, Jokowi menjabat sebagai Presiden RI sejak dilantik pada tahun 2014 di periode pertamanya.

Baca Juga: Breaking News: Pemerintah Resmi Umumkan Kenaikan BBM Secara Dadakan

Terhitung dari hari pelantikan, Presiden Jokowi setidaknya telah menaikan harga BBM sebanyak tujuh kali baik pada BBM yang bersubsidi maupun nonsubsidi.

Pada November 2014, kenaikan harga BBM pertama kali dilakukan di era pemerintahan Presiden Jokowi.

Kenaikan tersebut terjadi kurang lebih pasca satu bulan pelantikannya sebagai Presiden dan kala itu Jusuf Kalla sebagai wakilnya.

Jokowi mengumumkan sendiri kenaikan harga BBM sebesar Rp 2.000 dari harga premium Rp 6.500 menjadi Rp 8.500 dan solar dari Rp 5.500 menjadi Rp 7.500.

Baca Juga: 1 Juta Pelanggan Lebih Daftar MyPertamina, 70 Persen Pengguna Pakai Pertalite

"Harga BBM baru yang akan berlaku pukul 00.00 WIB terhitung sejak tanggal 18 November 2014," kata Jokowi, Senin (17/11/2014) sebagiamana dilansir Tribunnews sebelumnya.

Maret 2015, Jokowi tercatat kembali mengumumkan terkait kenaikan harga BBM, namun pada 1 Januari 2015, Jokowi sempat mengumumkan terkait penurunan harga BBM.

Dikutip dari Kompas.com, pemerintah per 1 Januari 2015 menurunkan harga premium dari Rp 8.500 menjadi Rp 7.600 per liter.

Kemudian pada 19 Januari 2015, harga premium kembali diturunkan menjadi Rp 6.600 per liter.

Baca Juga: Bila BBM Naik, Presiden Jokowi Bakal Memberikan 3 Jenis Bansos

Pada Maret 2015 harga premium kembali dinaikan menjadi Rp 6.800 per liter.

Setelah itu, di penghujung bulan pemerintah melakukan penyesuaian harga BBM dengan menaikan lagi premium menjadi Rp 7.300 per liter.

Kenaikan harga BBM kembali dilakukan oleh Jokowi pada Oktober 2018, harga premium menjadi Rp 7.000 per liter yang semula Rp 6.550 untuk wilayah Jawa, Madura dan Bali.

Sementara untuk daerah selain wilayah tersebut, menjadi Rp6.900 per liter.

Baca Juga: Bila Harga BBM Subsidi Naik, Diprediksi ini Salah Satu Dampaknya

Namun, setelah beberapa jam pengumuman, Jokowi kala itu meminta untuk menunda kenaiakan harga BBM lantaran PT Pertamina (Persero) mengaku belum siap melaksanakan kebijakan tersebut.

Untuk tahun 2022 ini saja, Jokowi telah menaikkah harga BBM sebanyak tiga kali.

Seperti pada bulan April tahun 2022, kenaikan harga BBM diumumkan oleh pemerintah yakni terhadap BBM nonsubsidi jenis Pertamax.

Harga Pertamax menjadi Rp 12.500 per liter dari sebelumnya Rp 9.000 per liter mulai 1 April 2022.

Di bulan Agustus lalu, Pemerintah juga telah menaikkan harga BBM nonsubsidi pada jenis Pertamax Turbo, Dexliter dan Pertamina Dex.

Pertamax Turbo naik menjadi Rp 17.900 sampai Rp 18.600 dari harga sebelumnya adalah Rp 16.200 hingga Rp 16.900.

Dexlite dari harga Rp 15.000-Rp 15.700 naik menjadi Rp 17.800-18.500, sedangkan untuk Pertamina Dex naik dari harga Rp 16.500-17.200 menjadi Rp 18.900-Rp 19.600 per liternya.

Kini pada bulan September 2022, Pemerintah kembali menaikkan harga BBM seperti yang diumumkan pada hari Sabtu (3/9/2022) kemarin. (*)

Baca Juga: Yuk Simak Penyebabnya Catalytic Converter Kalian Sering Kotor, Bisa Bikin Boros BBM

Editor : Andreas Chris Febrianto Nugroho

Baca Lainnya