Smartphone Baru Harus Dicharge 8 Jam? Benar atau Tidak?

Rabu, 11 Januari 2023 | 09:00

GRIDVIDEO - Kita pasti pernah mengetahui anjuran bahwa ketika membeli smartphone yang baru harus melakukan charge selama delapan jam.

Hal ini katanya bisa membuat baterai menjadi lebih awet.

Namun apakah hal ini benar adanya? atau memang hanya sekadar mitos belaka?

Teknologi baterai dan pengisi daya di smartphone saat ini sudah berkembang dibandingkan zaman dulu.

Kebanyakan ponsel zaman dulu menggunakan baterai dari material Nickel Cadmium.

Baterai dengan material ini menyimpan memori dari status pengisian awal.

Itulah sebabnya pengisian baterai pertama kali bakal dijadikan patokan siklus untuk pengisian daya berikutnya.

Sementara itu, smartphone saat ini umumnya menggunakan material Lithium-ion Polymer (LiPo) yang tidak memiliki sifat seperti baterai Nickel Cadmium.

Baca Juga: Hakim Soroti Keterangan Ferdy Sambo yang Berbeda dari Saksi Lain

Hal ini membuat pemilik smartphone bisa langsung menggunakan ponsel setelah keluar dari kotak kemasan ketika membelinya.

Ketika baterai sudah hampir habis, pengguna barulah bisa mengechargenya.

Hal ini dikarenakan baterai lithium-ion menghitung siklus pengisian daya dengan cara berbeda.

Siklus pengisian daya dihitung dari seberapa banyak kapasitas 100 persen baterai yang digunakan.

Sebagai contoh, ketika punya kapasitas baterai 100 persen, kamu menggunakannya sebanyak 75 persen sampai tersisa 25 persen.

Kemudian kamu mengisi dayanya kembali sampai 100 persen di malam hari dan kamu menggunakan daya itu sebanyak 25 persen dan tersisa 75 persen.

Nah, itu sudah dihitung satu kali siklus di mana kamu menghabiskan total 100 persen.

Hal ini dikarenakan penghitungan penggunaan 75 persen dan 25 persen di hari yang berbeda.

Editor : Imadudin Adam

Sumber : GRID VIDEO

Baca Lainnya